Analisis Peluang Usaha atau cara mengidentifikasi peluang usaha atau bisnis yang ada bisa di cari,
asal saja wirausahawan itu bekerja keras, ulet dan percaya kepada
kemampuan sendiri. Setiap wirausahawan sebenarnya mempunyai peluang (
opportunity ) untuk maju. Untuk menggali dan memanfaatkan peluang usaha
atau bisnis, seorang wirausahawan harus berfikir secara positif dan
kreatif di antaranya:
-
Harus percaya dan yakin bahwa usaha atau bisnis bisa dilaksanakan,
- Harus menerima gagasan-gagasan baru di dalam dunia usaha atau bisnis,
- Harus bertanya kepada diri sendiri,
- Harus mendengarkan saran-saran orang lain,
- Harus mempunyai etos kerja yang tinggi,
- Pandai berkomunikasi.
Peluang usaha bukanlah peluang jika kita tidak sanggup menemukan tindakan yang mungkin dan layak untuk mewujudkannya.
Adapun persyaratan pokok dalam memanfaatkan peluang usaha pada masa
depan ialah berfikir positif, optimisme, bersedia bekerja keras dan mau
mendengarkan orang lain, mengakui kesalahan, dan mau percaya bahwa pada
hari ini harus lebih baik dari pada hari kemarin.
Bagi wirausaha pengenalan diri merupakan modal awal untuk mendapat
mengenali lingkungannya, mengindera peluang usaha, dan mengerahkan
sumber daya, guna meraih peluang usaha tersebut dalam batas risiko yang
tertanggungkan untuk menikmati nilai tambah.
Risiko usaha
Setiap usaha yang di lakukan pasti mempunyai tujuan untuk memperoleh
keuntungan. Dari keuntungan itu di harapkan dapat di gunakan untuk
mensejahterahkan diri sendiri maupun orang lain yang terlibat, banyak
risiko yang harus di hadapi.
Beberapa risiko usaha yang mungkin terjadi antara lain sebagai berikut :
-
Perubahan permintaan,
- Perubahan konjungtur,
- Persaingan ,
- Akibat lain yang merupakan risiko usaha, seperti perubahan teknologi, perubahan peraturan, dan sebagainya.
Perubahan permintaan perubahan konjungtur, persaingan, dan akibat lain
yang merupakan risiko usaha dapat diantisipasi dengan melakukan
persiapan yang matang dan perhitungan yang cemat dalam melakukan
kegiatan usaha.
Analisis peluang usaha berdasar jenis produk/jasa
-
Minat seseorang, misalnya berminat dalam dunia perdagangan, jasa atau bidang lainya.
- Modal, apakah sudah tersedia modal awal atau belum, baik dalam bentuk uang maupun barang/mesin.
- Relasi, apakah ada keluarga atau teman yang sudah terlebih dahulu menekuni usaha yang sama.
Di samping itu, memiliki bidang usaha juga harus mempertimbangkan hal berikut :
-
Pengaruh lingkungan sekitar.
- Banyak sedikitnya poermintaan masyarakat terhadap jenis usaha yang akan kita pilih.
- Kecocokan antara kebutuhan masyarakat dengan jenis usaha tertentu.
- Banyak sedikitnya pesaing.
- Adanya kemampuan untuk bertahan dan memenangkan persaingan.
Contoh peluang usaha dibidang biasa yang sangat dibutuhkan masyarakat, antara lain sebagai berikut :
-
Jasa servis
- Jasa hiburan (contoh: bioskop, diskotik, kafe, layar tancap, dan sebagainya).
- Jasa transportasi (Contoh: menyediakan angkutan antar jemput anak sekolah, rental mobil, dan sebagainya.)
- Jasa perantara (Contoh: membantu masyarakat yang akan menjual atau membeli barang, seperti tanah, rumah, sawah, kendaraan bermotor dan mobil.)
- Jasa kesehatan (Contoh: memberikan sarana kebugaran, kesehatan, dan kecantikan, seperti fitness, SPA, pijat refleksi, dan pengobatan alternatif.)
- Jasa yang lain (Contoh: jasa penitipan anak, katering, tenanga kebersihan, penulisan atau pengetikan karya tulis, dan sebagainya.)
Produk yang dibutuhkan oleh masyarakat yang penuh kesibukan sekarang ini dapat di kelompokkan menjadi seperti berikut.
1) Produk yang mampu mempermudah pekerjaan dirumah.
Contoh: alat pemasak nasi sekaligus penyiman dan pemanas nasi beserta sayur.
2) Produk yang mampu mempermudah pekerjaan diluar rumah.
Contoh: tas multifungsi, yang bisa di pakai buat kerja, tetapi juga buat
membawa pakaian atau buat perjalanan, yang bisa dilipat atau
dimodifikasi dan lain sebagainya.
3) Produk lainnya yang dibutukan tanpa mengenal tempat.
Contoh: air dalam kemasan, mie instan, tas, dan sebagainya.
2. Analisis Peluang Usaha Berdasar Minat dan daya beli Konsumen
Untuk mengetahui besar-kecilnya minat masyarakat terhadap usaha yang
kita dirikan, kita bisa melakukan observasi. Observasi ini bisa
dilakukan dengan cara:
- Mengadakan pengamatan langsung ke pasar;
- Melakukan wawancara;
- Memberikan angket untuk diisi oleh calon konsumen.
Cara kedua yaitu kita harus meneliti siapa konsumen yang akan menggunakan produk kita.
Hubungan antara minat, daya beli dan kelangsungan usaha adalah dapat digambarkan sebagai berikut:
- Minat besar, daya beli kuat, kelangsungan usaha terjamin.
- Minat besar, daya beli rendah, kelangsungan usaha terhambat.
- Minat rendah, daya beli rendah, usaha tidak dapat berlangsung.
kesimpulan bahwa agar produk yang kita ciptakan mampu menarik minat konsumen dan terjangkau oleh mereka, maka kita harus:
- Memilih dan membuat produk yang bermanfaat, berkualitas dan laku dijual dengan harga bersaing;
- Membuat desain yang baru dan harga terjangkau;
- Membuat produk lebih cepat dan lebih murah;
- Memilih dan menentukan wilayah pemasaran yang menguntungkan;